8.12.2008

Independence Day...

Menjelang 17 Agustus, semua tempat, sekolah dan berbagai institusi ribut persiapan merayakan hari Kemerdekaan ini. Berbagai macam lomba diadakan. Bahkan yang nggak pernah diadakan pun di ada-ada kan. Apakah harus selalu seperti ini? Rasanya esensi kemerdekaan itu lama-lama jadi hilang juga. Karena yang diingat hanyalah sekedar seremonial belaka. Lomba-lomba belaka. Bahkan, kalau dalam kasus dunia pendidikan, menjelang 17-an adalah saat-saat paling tidak efektif dalam kegiatan belajar mengajar. Jam kosong berkali-kali. Target jadi nggak terkejar. Stress, bingung? Nggak perlu. Sementara ini dinikmati dulu aja... Nikmati...

SeBuLan...

Tak terasa ternyata sudah sebulan aku merantau. Karena berbagai macam kesibukan, aku bahkan tidak punya waktu untuk kangen rumah. Meski begitu, saat sendiri, setelah sholat, tetap saja aku teringat rumah. Untunglah ada internet. Komunikasi dengan orang rumah bisa lancar dengan chatting, sms, telepon. Teknologi benar-benar amat membantu...
Adikku yang biasa online, mau nggak mau harus terus online saat aku ingin bercerita banyak. Si Puput yang belum belajar internet, mau nggak mau harus mulai belajar biar bisa ngobrol denganku. Hehehe, akhirnya orang se-rumah bisa berinternet ria dan berchatting ria...
Senangnyaaa....
Oia, back to business...
Setelah sebulan, masih belum ada perkembangan yang cukup berarti dalam hal materi bahasa inggris. Masih harus menunggu presentasi anak-anak tentang travelling ke tempat-tempat aneh didunia. Semoga minggu depan bisa presentasi semua. Acara 17- Agustus juga cukup menyita dan memotong jam pelajaran. Namun, aku melihat ada sisi positif dari siswa yang menikmati pelajaranku, dari teman-teman guru yang mulai mengakui keberadaanku. Hmm, memang harus berproses. Ibarat kupu-kupu, ini adalah saat metamorfosisku. Tinggal tunggu tanggal mainnya... :)

DeAdLiNe!!!

Tiada hari tanpa deadline...
Seakan segala yang aku lakukan memang harus mempunyai embel-embel deadline... Entah bagaimana. Rasanya, semakin lama aku semakin sering mendengar kata itu disini. Satu tugas belum selesai, sudah diberi tugas yang lain. Satu belum beres, sudah kena yang lain. Aku sadar, ini adalah kerja keras. Namun, rasanya aku sendiri juga butuh tempat untuk berfikir sendiri, tanpa harus diimbuhi kata DEADLINE. Benar-benar bikin senewen:( Aku hanya berharap, kalau aku bisa menikmati si Deadline ini, bahkan berteman dengannya.
So, let me say... Hi Deadline. I'm Kiky. Nice to meet you. Hope we'll be friend forever...

Writing Competition......

I do really miss it...
Kangen banget pengen ikut berbagai macam writing competition lagi. Rasanya sudah gatal ingin kirim ini itu.... I really have to find the time to write, more and more... Setelah cerpen yang dimuat beberapa bulan lalu itu, aku hampir belum menghasilkan satu cerpen lagi... Duh, harus terus berusaha..berusaha.. nulis lagi.
Hmm, sepertinya yang paling dekat ini Korea Writing Competition. Masih harus baca kumpulan cerpen Korea seh, tapi aku pasti bisa... Siapa tahu bisa ke Korea, hehe. Semangat!!!

7.30.2008

to my family...

Dear Dad,
Dear Mom,
Dear Sisters...
I do really miss you guys...
I wish i could talk to you all...
There are words that I wish I could share with you.
There are stories that I want to tell you.
I never thought that I'll feel this.
Setelah jauh begini, baru aku ingat...
Bahwa setiap kali aku berangkat tidur, Ayah selalu membuka pintu kamarku dan memastikanku telah lelap. Ibu selalu memastikan bahwa semua pintu terkunci. Adik (Mia dan Puput) selalu saja ribut dengan Teddy dan masalah posisi tidur. Amat mengganggu. Amat menjengkelkan. Tetapi, amat membuatku rindu...
Sungguh, aku benar-benar kehilangan saat-saat itu.
Sungguh, aku menyesal mengapa dulu aku tak memperhatikan momen itu.
Sungguh, aku ingin melihat dan mendengar momen itu kembali berputar dalam ingatanku.
Hmm, so refreshing. Remember those memories
To my dear family...
I'm okay now. No need to worry. I'm definitely fine...

setelah 2 minggu, menjelang 3 minggu

Yup, minggu ini genap tiga minggu aku merantau. Bukannya sengaja menghitung hari atau minggu, namun itulah yang setidaknya bisa menjadi hiburan dan harapan. Bahwa aku masih diberi kesempatan untuk menuntut ilmu. Bahwa aku masih diberi kesempatan untuk belajar lagi.
Di sini, di tempat ini, banyak sekali hal-hal menarik yang bisa kutemui. Mulai dari karakter asli masyarakat Sekayu yang terkenal keras dan jarang mengalah, hingga bahasa yang cukup unik terdengar di telingaku. Siswa sekolah disini juga sangat bersemangat. Mereka menyimpan keinginan yang tinggi untuk bisa. Berbeda sekali dengan sebagian besar siswa di Jawa yang merasa mampu walau sebenarnya tidak mampu dan samasekali tidak termotivasi untuk bisa. Namun disini, aku merasa benar-benar sebagai guru yang dibutuhkan. Aku bangga. Aku terharu. Senang sekali bisa berbuat baik pada orang lain. Senang sekali rasanya bisa berguna untuk orang lain.
Rasanya, aku masih bisa bertahan...
Setidaknya, itu yang harus kutanamkan pada diriku.
Bahwa aku bisa!!

7.17.2008

zero

i really start from zero...
Saat ini aku sudah berada di tempat yang baru. tempat asing yang tak pernah kukunjungi sebelumnya. Sekayu. Pernah dengar?? Yah, tempat ini cukup terkenal, di daerah Sumatera. Namun, tidak di jawa. Aku benar-benar seperti in the middle of nowhere. Start from zero. Alone. Rasanya memang harus berjuang sendirian. Aku menyadari kapasitas kemampuanku. dan rasanya, banyak orang yang terlalu berharap padaku. aku takut tak bisa memenuhi harapan mereka. Hmm, entahlah. aku hanya bisa berusaha sebaiknya. hanya itu yang bisa kulakukan saat ini.